Rabu, 16 Oktober 2013

Paving Block Alternatif Pelataran Hunian

MALANG– Bata beton (paving block) merupakan salah satu jenis beton non structural yang dapat digunakan untuk keperluan jalan, pelataran parkir, trotoar, atau taman. Baik hotel, ruko, maupun perumahan kerapkali memilih opsi menggunakan paving block sebagai alternatiF untuk memberikan bentuk berbeda di sekitar area bisnis maupun hunian. Salah satu penyebabnya, harga lebih terjangkau dan bentuk lebih variatif. Menurut Ahmad Nasr, salah satu pengusaha paving stone di kota Malang, hampir setiap hunian kini menggunakan paving, fungsinya merapikan halaman hunian maupun mempercantik tampilan jalan. “Karena model paving stone berbeda-beda, dalam hal bentuk, maka user bisa memilihnya sesuai keinginan,” ujarnya.

Ahmad Nasr, pemilik PT. Indah Cemerlang dan bergerak di bidang pengadaan paving stone menjelaskan beberapa jenis bentuk atau modelnya. “Seperti paving straight abu-abu kasar, paving straight halus, diagonal abu-abu, diagonal warna, curso abu-abu, curso warna. Atau bataco, grass block, dan beton buis,” lanjutnya. Kemudahan dalam berbisnis seperti ini menurutnya tidak memerlukan banyak bahan. Cukup pasir, semen, dan dicampur air. “Bahan dasarnya pun mudah didapat. Harga juga relatif murah, hanya faktor perkembangan BBM saja untuk menentukan harga paving tersebut per meternya. Usaha seperti ini akan terus menerima pemesanan dari perumahan, real estate, proyek hotel atau housing development” tandas pria berusia 33 tahun tersebut.
Harga jual pun berkisar Rp 38.000 sampai Rp 60.000 per meter perseginya. Sedangkan untuk batako harga dimulai Rp 3.500 per bijinya, beton buis ukuran 20/100cm dengan harga Rp 24.000, atau Rp 150.000 dengan ukuran 100/50 cm. Mengenai pemasaran, bisa melalui kepercayaan salah satu pelanggan. “Sistem getok tular bisa menjadi salah satu trik. Namun, harus ada jaminan kualitas yang diberikan kepada user tersebut, agar bisa menjadi cerita buat orang lain. Tentunya membutuhkan kualitas pelayanan dan barangnya,” terang pria lulusan ITN tersebut panjang lebar. Menurut dia, tidak bisa ditentukan mengenai minat user mengenai bentuk paving block yang digemari user, karena tergantung dari kategori apa pemesannya.  “Pengembang perumahan, atau pemenang tender proyek, mereka menyesuaikan bangunan apa yang dikerjakan. Tetapi, kalau perumahan user sudah mulai meninggalkan bentuk persegi yang terkesan kuno, karena tujuannya untuk menambah tampilan jalan atau pelataran hunian” pungkas dia.
sumber : Malang Post

0 komentar:

Poskan Komentar